Sumber : Radar Malang
MALANG – Universitas Islam Malang (Unisma) kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung akselerasi ekonomi kerakyatan berbasis syariah. Melalui program unggulan “UNISMA Mengabdi”, institusi ini menerjunkan ratusan mahasiswa peserta Kandidat Sarjana Mengabdi – Tematik (KSM-T) yang berkolaborasi dengan jajaran dosen pakar untuk memperkuat ekosistem halal di wilayah Kabupaten Malang.
Kegiatan intensif yang berlangsung selama dua bulan, terhitung sejak Februari hingga Maret 2026, ini merupakan hasil sinergi strategis antara Halal Center (HC) Unisma dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisma. Fokus utama dari pengabdian kali ini adalah pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di dua wilayah strategis, yakni Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang dan Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis.
Ketua Halal Center Unisma, Prof. Novi Arfarita, Ph.D., menegaskan bahwa langkah ini merupakan respon cepat Unisma terhadap kebijakan wajib halal.
“Kami tidak ingin UMKM lokal tertinggal. Dengan kolaborasi bersama LPPM, kami memberikan pendampingan door-to-door agar produk warga Wringinsongo dan Sukoanyar memiliki daya saing tinggi di pasar global melalui sertifikasi halal,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala LPPM Unisma, Prof. Dr. Ir. Mahayu Woro Lestari, M.P., menyampaikan bahwa integrasi antara penelitian dan pengabdian merupakan kunci utama. “KSM-T Halal ini adalah bentuk hilirisasi ilmu pengetahuan. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi menjadi ujung tombak dalam memetakan dan menyelesaikan persoalan administratif serta teknis yang dihadapi pelaku usaha di lapangan,” ungkap Prof. Mahayu.

Pelaksanaan di lapangan dikomandoi langsung secara teknis oleh Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat Unisma, Dr. Zukriyan Zakaria, M.Pd. Beliau memastikan bahwa ratusan mahasiswa KSM-T yang diterjunkan telah dibekali kompetensi sebagai Pendamping Proses Produk Halal (P3H).
