Sumber : TIMES INDONESIAMalang
Nama Sanan telah lama melekat dengan produk kripik tempe sebagai salah satu ikon pangan khas Kota Malang. Di balik popularitasnya sebagai oleh-oleh, pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) kripik tempe masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan mutu usaha dan memperluas pasar hingga ke tingkat internasional.
Melihat potensi tersebut, Universitas Islam Malang (UNISMA) melalui program pengabdian kepada masyarakat HIMA 2026 menghadirkan pendampingan bagi UMK Kripik Tempe Sanan melalui pendekatan Halal–Thayyib. Program ini mengusung tema “Pemberdayaan UMK Kripik Tempe Sanan melalui Pendampingan Proses Halal–Thayyib untuk Peningkatan Mutu Usaha Tujuan Ekspor.
Kegiatan diketuai Prof. Novi Arfarita, Ph.D, dengan Anita Qur’ania, S.P., M.Ling sebagai anggota, serta dilaksanakan melalui kerja sama dengan Halal Center UNISMA. Program tersebut berangkat dari pemikiran bahwa potensi produk lokal tidak cukup hanya ditopang oleh cita rasa dan popularitas.

Untuk dapat memasuki pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor, UMK perlu memiliki proses produksi yang konsisten, bahan baku yang terjamin, lingkungan produksi yang memenuhi prinsip kebersihan, serta sistem dokumentasi yang mendukung jaminan mutu dan halal. Karena itu, pendampingan tidak diarahkan semata-mata pada sertifikasi halal.
Tim pengabdi memperkenalkan Halal–Thayyib sebagai pendekatan yang mengintegrasikan aspek kehalalan dengan kualitas, kebersihan, keamanan, dan kelayakan produk untuk dikonsumsi.
“Yang ingin dibangun bukan hanya kepatuhan terhadap persyaratan halal, tetapi juga perubahan cara kerja UMK agar lebih tertib, konsisten, dan mampu menjaga mutu produk,” jelas tim pengabdi.
Bagi UMK Kripik Tempe Sanan, perubahan tersebut menjadi penting ketika orientasi pemasaran mulai diarahkan keluar dari pasar lokal. Produk yang akan memasuki pasar yang lebih luas membutuhkan jaminan bahwa kualitasnya dapat dipertahankan secara konsisten. Dengan demikian, prinsip Halal–Thayyib dapat menjadi bagian dari strategi peningkatan daya saing, bukan sekadar persyaratan administratif.
Kehadiran perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pelaku UMK dalam mengelola proses usaha secara lebih profesional. Kolaborasi dengan Halal Center UNISMA sekaligus memberikan dukungan terhadap aspek jaminan produk halal yang menjadi bagian penting dalam pengembangan industri pangan.
Melalui pendampingan tersebut, Kripik Tempe Sanan diharapkan tidak berhenti sebagai ikon oleh-oleh Kota Malang, tetapi berkembang menjadi produk pangan lokal yang memiliki standar mutu lebih baik dan siap menjangkau konsumen yang lebih luas. Program ini menjadi salah satu langkah UNISMA dalam mendorong UMK berbasis potensi lokal untuk naik kelas melalui penerapan Halal–Thayyib, peningkatan mutu, dan penguatan tata kelola usaha, sehingga memiliki fondasi yang lebih kuat untuk memasuki pasar ekspor. (*)
